Ah sudahlah, yang namanya batu lawan
batu mau sampai kapan pun selalu sama hasilnya,` tidak ada yang menang atau
kalah hanya meninggalkan seribu pertanyaan dibenak kalian, yang kalian tahu tak
akan ada ujungnya nanti. Kapan yah kepala mu bisa selembut
kapas itu? Tak usah jauh menjadi selembut kertas saja. Aku yakin, kenapa masih
bersifat batu kalau kepala mu masih bisa selembut kertas dan selemah gunting.Jikalau ku inginjadi kertas.
Mudah saja kulakukan. apa
sulitnya hanya merubah tangan ku seperti bentuk kertas. Aku bisa menenggelamkan
batu secara baik dan pelan tanpa melukai hatimu yang begitu suci sedikitpun.
Tapi tidak akan pernah aku lakukan.Maafkan aku, kali ini akulah yang harus
berperan menjadi batu lebih kokoh nan kuat darimu. Dan kau. Kau harus rela
menjadi kertas. itu adalah peran kau. Bukan peranku lagi. Karna itu, tugasmu
saat ini hanya melepaskan ku saja kedasar laut tanpa melukai hati kecilku ini.
Air meriak tanda ingin memekaki nafasku dan langkahku. Ku mohon jadilah
selembut kertas atau selemah gunting kini waktuku sebentar lagi.Apa yang membuat dirimu tak bisa menjadi
kertas itu?ha?ada apa gerangan yang membuatmu takut untuk menjadi selembut
kertas? Kenapa dirimu yang ku kenal hilang sirna ditelan penyakit hati begitu
saja.Kalau aku bisa ku hanya ingin memanggil
hujan. Meskipun peran ku hanyalah sebuah batu yang bercita-cita akan kokoh.
Tapi , aku ini akan sirna cepat atau lambat dengan kelembutan kekuatan
hujan.Apalah daya, menjadi selembut
kertas saja susah sekali. Cukuplah , hujan menghancurkan-ku agar kau tak perlu
menjadi kertas ataupun gunting. Jikalau kau mau.Kepalamu yang selembut kertas itu hanyalah
ketidakmungkinan yang selalu ku semogakan. Ketidakmungkinan yang benar-benar
dari lubuk sukmaku ini selalu mengharapkannya. Kerasnya kepalamu adalah
kelembutan yang tak sampai. Kini yang dulunya sedekat nadi dengan vena bisa
sejauh lisan dengan hati. Sampai kapan? Entah lah, izinkan waktu menjawab ini
semua. Tetapi Tuhan-ku Maha Tahu. Tuhan ku lebih mungkin dari ketidak mungkinan
itu semua. Percayalah.
nb: ini sih sebenernya bahasanya disamarin sengaja di buat majas yang emang buat seseorang. maapin terlalu majas bgt yah.
Are okay na?
Who's not care ? Talk to me na..
I'm not okeyy mandooooo huwaaaaaaah ku syedihh mannd gara-gara si ituuuuuuuu :((